Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 07 Agustus 2012

KENAPA HARUS MEREKA??? Tanggal 17 Agustus adalah suatu penanggalan yang sakral bagi bangsa Indonesia, karena merupakan hari yang sangat bersejarah bagi berdirinya NKRI, yaitu HARI PROKLAMASI. Di hari ini tak heran selalu diadakannya upacara bendera sebagai suatu ritual mengenang hari tersebut. Nah, dalam pembahasan kali ini penulis ingin mengangkat suatu elemen yang selalu ada dalam ritual upacara pengibaran bendera, yaitu "Pengibar Bendera". Pengibar Bendera adalah suatu komponen dalam ritual tersebut yang ditugaskan untuk menaikkan suatu bendera, event khusus, baik bendera kegiatan olahraga,bendera organisasi maupun bendera pusaka suatu Negara. Tentunya dalam ini yang dimaksud adalah bendera pusaka Negara . Dalam setiap pengibaran bendera pusaka NKRI, baik di pusat dan daerah kita sering melihat suatu pasukan yang selalu mengenakan pakaian putih – putih yang menamakan dirinya "Paskibraka". Pertanyaannya adalah, sejak kapan Paskibraka SELALU HARUS mengibarkan bendera dalam suatu ritual upacara pengibaran bendera? Dan mengapa yang mengibarkan bendera dalam ritual tersebut selalu Paskibra atau pasukan putih –putih? Pertanyaan tersebut selalu terpikirkan penulis setiap melihat mereka dalam suatu upacara, dari hati pribadi penulis " Apa yang menyebabkan mereka diutamakan dalam setiap upacara?" Baik, penulis mencoba membahasnya menurut sudut pandang pribadinya. Berdasarkan narasumber yang tidak mau dicantumkan siapa namanya,mengatakan bahwa Pada awalnya, Paskibraka merupakan suatu unit kegiatan dalam Gerakan Pramuka yang memberikan suatu wadah bagi anggota pramuka yang ingin mengetahui dan mengembangkan bagaimana tatacara dalam pengibaran suatu bendera.Sehingga apabila ada anggota unit tsb. yang memiliki kapasitas pantas dalam pengibaran bendera setelah dari seleksi maka akan dimasukkan kedalam pasukan yang khusus mengibarkan bendera Merah Putih di setiap upacara. Tapi lambat laun unit tersebut melepaskan diri dari organisasinya induknya, yaitu Gerakan Pramuka. Sehingga membentuk suatu organisasi terpisah yang namanya Paskibra,ceunah mah. Baik sebelum lanjut, penulis ingin membahas dari segi nama organisasi tersebut, dari kata "PAS" yang merupakan singkatan pasukan dapat kita ambil kesimpulan bahwa, yang namanya pasukan, apabila telah selesai melaksankan tugas, pasukan tersebut dapat bubar. Jadi dimana kah letak organisasinya? ini pendapat penulis aja ya hehe. Baik, mari kita lanjutkan pembahasannya. Nah setelah mengetahui bahwa Paskibra pada awalnya dari Pramuka, kenapa sih setiap ritual upacara pengibaran bendera, penulis secara pribadi belum pernah melihat pasukan yang berseragam pramuka lengkap yang benar – benar seorang Pramuka sejati yang mengibarkan bendera pusaka NKRI di istana atau setiap tanggal 17 agustus? Padahal telah jelas bahwa Gerakan Pramuka merupakan cikal bakal organisasi - organisasikepemudaan lainnya dalam bidang pembentukan watak dan kepribadian pemudaIndonesia. Secara tidak langsung ini merupakan suatu diskriminasi, yang penulisrasakan secara pribadi( ya ga tau perasaan orang lain mah kumaha, hehe), dimanaseorang pramuka dianggap tidak layak bahkan tidak punya kapasitas dalammengibarkan bendera pada tanggal 17 agustus dan hari – hari nasional lainnya. Padahalseorang Pramuka pun memiliki suatu kapasitas dalam suatu pengibaran bendera,bahkan seluk beluk bendera Merah Putih sesuai dengan beberapa poin yangterdapat di buku Syarat – syarat Kecakapan Umum(SKU) golongan penggalang danpenegak, pramuka juga bisa baris-berbaris bahkan membentuk berbagai formasinyapun bisa sesuai aturan baris-berbaris angkatan darat. Jadi kenapa sih hingga sekarang Pramuka ga ditampilkan sebagai pengibarbendera kenegaraan, kan gagah (yang dimaksud bukan rakai gagah ya) yang ngibarinbendera tuh Pramuka baik pengibaran dalam rangka 17 Agustus, pembukaan ajangolahraga nasional, dll, daripada bosen putih – putih mulu. Sesuai dengankeinginan Pramuka tertinggi kita yaitu Kak. Susilo Bambang Y. dalam pencanangan Revitalisasi GerakanPramuka. Kan Kak SBY pun belum pernah pake baju paskibra dalam upacarapengibaran bendera, yang penulis pernah liat adalah beliau mengenakan seragamPramuka lengkap, jadi kenapa tidak kalau pengibar benderanya adalah pasukanpramuka dengan seragam pramuka lengkap. Dari penulis sendiri ada saran kepada pejabat Pramuka yang berwenangyaitu, tolonglah Pramuka dari tiap daerah di seluruh Indonesia yang telah lulusseleksi daerah dijadikan pengibar bendera dengan menggunakan seragamlengkapnya, tapi mereka benar – benar seorang Pramuka bukanpramuka-pramukaan(istilah seorang yang bukan pramuka dipaksa jadi pramuka)dengan komposisi penggalang, penegak dan pandega. Sehingga dapat menunjukancitra yang sebenarnya bahwa Pramuka bisa apa aja. Karena sekarang masyarakatmenganggap yang hanya bisa ngibarin bendera pusaka yaitu paskibra dan pramukahanya nyanyi – nyanyi dan tepuk tangan ga jelas atau kemping di lapangansekolah. Ga percaya? Coba aja observasi sendiri, hehe J Mungkin cukup sekian dari penulis karena ada pembaca yang protes katanyanegebuat sebuah catatan teh panjang – panjang wae. Dalam pembuatan pembahasan ini menggunakan hak penulis sesuai yangtercantum dalam UUD 1945 pasal 28, oke? Jadi kita bebas berpendapat, hehe.. Tong bosen nyak maca catatan nu sim kuring ku sabab panjangna, da rekkkumaha deui, lamun teu panjang moal ngarti pembaca gek, tapi sim kuring ngarasanu baca gek rada teu ngarti oge ku tata bahasa nu di anggo ku sim kuring, hahawios ah. MERDEKA!!

Sabtu, 10 Maret 2012

New Spirit

Salam Multimedia Creative...
Dalam kerangka menggairahkan kembali minat para blogger untuk mengeluarkan ide-ide briliantnya yang di kemas dalam bentuk karya tulis online yang langsung di posting melalui blog, mari kita pelopori kembali aktivitas weblog dengan posting yang bermanfaat...
Maraknya isu plagiarisme di kalangan akademisi jangan sampai membuat kita jadi mati gaya dan salah tingkah justru itulah momentum kita untuk membuktikan bahwa kita mampu...
Multimedia 2...